Ketika Program Gizi Anak Rimba Tersandung Para Kadal
PEMIMPINMASADEPAN.COM – Di sebuah rimba yang luas, hijau, dan penuh harapan, hiduplah berbagai makhluk yang menggantungkan masa depan pada satu hal sederhana: anak-anak rimba yang sehat dan kuat.
Rimba itu dipimpin oleh seekor Raja Hutan yang gagah. Ia terkenal tegas dan berani menjaga wilayah dari ancaman luar. Namun suatu hari, sang raja menyadari satu masalah besar: banyak anak-anak rimba yang kurus, lapar, dan tidak cukup gizi untuk tumbuh menjadi penjaga hutan masa depan.
Maka sang raja mengumumkan sebuah program besar:
“Program Gizi Anak Rimba.”
Tujuannya sederhana dan mulia:
setiap anak harimau, anak rusa, anak monyet, hingga anak burung di seluruh hutan harus mendapat makanan bergizi setiap hari.
Harapan pun tumbuh di seluruh penjuru rimba.
Ketika Para Kadal Datang Mengatur
Namun seperti banyak kisah dalam rimba, niat baik sering kali menarik makhluk lain yang lebih licik.
Di balik pohon-pohon besar, muncul para kadal.
Kadal-kadal ini bukan sembarang kadal. Mereka pandai berbicara, pandai membuat laporan, pandai membuat proposal daun-daunan, dan paling pandai memotong bagian makanan sebelum sampai ke anak-anak rimba.
Awalnya mereka datang dengan senyum.
“Tenang saja, wahai Raja Hutan,” kata mereka.
“Kami akan membantu mengatur distribusi makanan ini.”
Raja hutan yang sibuk menjaga wilayah dari ancaman luar pun mempercayai mereka.
Namun perlahan-lahan, sesuatu mulai terasa aneh.
Makanan Anak Rimba Menyusut
Awalnya, setiap anak rimba dijanjikan satu keranjang penuh makanan bergizi.
Namun di perjalanan menuju desa-desa rimba, keranjang itu mulai berubah.
sebagian hilang
sebagian menyusut
sebagian berganti isi
Ketika sampai ke tangan anak-anak rimba, yang tersisa hanyalah sepotong kecil dari janji besar.
Para kadal berkata:
“Anggaran harus disesuaikan.”
“Ada biaya administrasi daun.”
“Ada biaya logistik batang.”
“Ada biaya koordinasi ranting.”
Anak-anak rimba tentu tidak mengerti bahasa itu.
Yang mereka tahu hanya satu: perut mereka masih lapar.
Raja Kadal Ikut Turun Gunung
Lebih mengejutkan lagi, kabar dari dalam rimba menyebutkan bahwa bukan hanya kadal kecil yang bermain-main dengan keranjang makanan.
Konon, Raja Kadal sendiri ikut turun dari batu besar tempat ia berjemur.
Dengan elegan ia berkata:
“Ini demi efisiensi rimba.”
Namun para makhluk tua di hutan hanya menggeleng.
Mereka tahu satu hukum rimba:
Jika kadal terlalu banyak mengatur makanan, anak-anak rimba pasti kekurangan.
Harapan Tarzan
Di tengah kegaduhan itu, ada satu sosok yang sejak lama hidup berdampingan dengan rimba: Tarzan.
Tarzan bukan raja, bukan pula kadal.
Ia hanya penjaga hutan yang memahami satu hal sederhana:
masa depan rimba bergantung pada anak-anaknya.
Tarzan berkata dengan nada getir:
“Program raja hutan ini mulia. Anak-anak rimba memang harus makan bergizi. Tapi jika kadal-kadal dibiarkan memotong keranjang makanan, maka program ini hanya akan menjadi pesta bagi kadal.”
Ia lalu menyampaikan harapan sederhana kepada sang raja:
perbaiki sistem distribusi makanan
awasi para kadal
singkirkan kadal yang terlalu rakus
Karena jika tidak, rimba ini akan menghadapi masalah yang lebih besar.
Masa Depan Rimba
Anak-anak rimba yang sehat akan tumbuh menjadi:
penjaga hutan
pelindung wilayah
pewaris rimba
Namun anak-anak rimba yang lapar hanya akan menjadi generasi yang lemah.
Tarzan menutup pesannya dengan kalimat yang menggema di seluruh hutan:
“Wahai Raja Hutan, niatmu sudah benar. Tapi rimba ini tidak kekurangan makanan. Rimba ini hanya terlalu banyak kadal.”
Dan jika kadal-kadal itu tidak disingkirkan, maka suatu hari nanti yang akan menguasai rimba bukan lagi singa, harimau, atau gajah.
Melainkan para kadal yang pandai memotong keranjang makanan.
Redaksi PemimpinMasaDepan.com
Rubrik Satir Rimba Politik 🌿🦁🦎











