Laporan Daerah Bergerak – Sumatera Utara
Viralnya cerita Nek Asnah, seorang nenek lansia yang hidup dalam keterbatasan, telah menyentuh banyak hati netizen di media sosial. Kisahnya menjadi pengingat bahwa di tengah gemerlapnya konten digital, masih banyak warga lanjut usia yang membutuhkan perhatian nyata dari masyarakat dan pemerintah daerah.
Berangkat dari keprihatinan itu, DPD Pasukan 08 Sumatera Utara mengambil langkah nyata. Dipimpin langsung oleh Ketua DPD, Junstar Ritonga, S.H., rombongan pengurus mendatangi kediaman Nek Asnah yang berada di Jalan Terusan/Musyawarah, Dusun VI, Desa Bandar Setia — Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang. Kehadiran mereka disambut penuh haru oleh Nek Asnah dan putrinya, Umi, di rumah sederhana mereka.
Dalam kunjungan tersebut, Pasukan 08 Sumut menyerahkan bantuan kebutuhan pokok seperti sembako, beras, gula, minyak goreng, bubuk teh, susu, mi instan, dan lain-lain — upaya untuk meringankan beban harian Nek Asnah yang tak lagi mampu bekerja secara mandiri. Aksi sosial ini juga dilakukan di momen Jumat Barokah sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.
Junstar Ritonga menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan wujud nyata kepedulian terhadap warga kurang mampu, terutama bagi lansia yang selama ini hanya mendapatkan perhatian secara online. “Viral di medsos saja tidak cukup. Kami ingin memastikan kondisi sebenarnya dan membantu secara langsung,” ujar Junstar.
Junstar juga menegaskan bahwa kisah Nek Asnah harus menjadi pelajaran bagi banyak pihak. Viral di media sosial harus diikuti dengan tindakan nyata, bukan sekadar simpati digital. Ia berharap partisipasi sosial semacam ini bisa menginspirasi warga lain serta memperkuat peran lembaga dan komunitas lokal dalam membantu masyarakat yang rentan.
Anak Nek Asnah, Umi, turut menyampaikan rasa terima kasihnya secara emosional kepada rombongan Pasukan 08 Sumut. Ia berharap dukungan selanjutnya — misalnya bantuan kursi roda — dapat segera direalisasikan agar mobilitas ibunya yang sudah sepuh bisa lebih terbantu.
Kisah viral Nek Asnah ini sekaligus menjadi cerminan pentingnya keseimbangan antara kepedulian digital dan aksi sosial nyata di lapangan, terutama dalam konteks wilayah yang masih memiliki banyak tantangan kesejahteraan sosial.











