Tumbuh Tinggi Indonesia Tuntaskan Pembangunan KDMP Sukodono — Siang Kerja, Malam Diawasi, Yang Penting Jangan Banyak Gaya!
SIDOARJO — Kalau ada yang bilang membangun itu gampang, mungkin dia belum pernah merasakan panasnya matahari di lapangan, debu yang masuk hidung, keringat yang masuk mata, dan yang paling berat: ditanya, “Sudah selesai belum?”
Nah, kabar baiknya, pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, kini FINISH 100 PERSEN!
Dan ini bukan sulap.
Bukan pula bangunan yang tiba-tiba jadi karena doa sambil rebahan.
Ini hasil kerja keras, kerja cepat, kerja kompak, dan kerja sampai kadang lupa bahwa manusia juga butuh duduk.
Di balik selesainya pembangunan tersebut, ada para pahlawan lapangan yang tidak banyak muncul di kamera, tetapi keringatnya nyata. Ada tenaga kerja yang berjibaku menyelesaikan pekerjaan, ada pengawasan siang dan malam, ada mandor yang memastikan pekerjaan tidak “jalan-jalan”, ada supporting yang terus membantu, serta ada masyarakat yang ikut memberikan dukungan.
Semua bergerak dengan satu semangat:
“Pokoknya harus selesai!”
Dan akhirnya?
FINISH 100%!
Pahlawan Lapangan: Mereka yang Kerjanya Kelihatan, Capeknya Kadang Tidak Kelihatan
Kesuksesan pembangunan KDMP Desa Sukodono tidak bisa dilepaskan dari kerja keras tim pekerja di lapangan.
Mereka adalah orang-orang yang kalau matahari naik, mereka bekerja.
Kalau debu beterbangan, mereka tetap bekerja.
Kalau badan capek, ya istirahat sebentar.
Setelah itu?
Kerja lagi!
Tim pekerja yang menjadi bagian dari proses pembangunan ini antara lain:
Pak Yanto, Rizki Winarko, Munip, Pak Soleh, Pak Sarno, Firman, Yudi, Tholip, Katino, Mulyosur, Fadil, Pak Samsuri, Pak Muhedi, Yani Herdiyanto Hidayat.

Nama-nama ini layak disebut, karena sebuah bangunan yang berdiri kokoh tidak pernah lahir hanya dari gambar di atas kertas.
Ada tangan yang mengangkat material.
Ada kaki yang naik-turun.
Ada kepala yang pusing memikirkan pekerjaan.
Dan ada pinggang yang mungkin setelah proyek selesai perlu diajak kompromi.
Inilah wajah pembangunan dari bawah: rakyat bekerja, rakyat bergerak, rakyat ikut menyelesaikan.
Pak Muhedi: Siang Mengawasi, Malam Masih Dicek

Salah satu sosok yang mendapat apresiasi adalah Bapak Muhedi, Babinsa Koramil Sukodono.
Pengawasan dilakukan bukan sekadar datang, lihat-lihat, lalu pulang.
Pengawasan dilakukan siang dan malam.
Karena pembangunan itu kalau tidak diawasi, kadang ada saja ceritanya.
Baut bisa hilang.
Material bisa bergeser.
Pekerjaan bisa melambat.
Dan yang paling bahaya: semua bisa bilang, “Saya kira sudah dikerjakan.”
Maka kehadiran pengawasan di lapangan menjadi penting.
Pak Muhedi hadir memastikan proses pembangunan berjalan, berkoordinasi, dan ikut menjaga agar pekerjaan tetap berada di jalur yang telah ditentukan.
Capek boleh. Ngantuk boleh. Tapi pekerjaan jangan sampai ngantuk.
Mandor Samsuri dan Tarso: Dua Orang yang Tidak Kenal Kalimat “Nanti Saja”
Di lapangan, keberadaan mandor juga menjadi bagian penting.
Pak Samsuri dan Pak Tarso menjadi pengawas/mandor lapangan yang ikut memastikan pekerjaan berjalan sesuai target.
Mandor itu pekerjaannya unik.
Kalau pekerja sudah capek, mandor harus tetap mikir.
Kalau pekerjaan sudah hampir selesai, mandor malah makin banyak yang diperiksa.
Karena kalimat:
“Sudah hampir selesai”
bagi mandor belum tentu berarti selesai.
Yang benar adalah:
“Sudah selesai, dicek, diperbaiki kalau ada kekurangan, baru boleh bilang FINISH.”
Dan hasilnya kini bisa dilihat:
KDMP Desa Sukodono: 100 PERSEN SELESAI.
Tumbuh Tinggi Indonesia: Supporting Bukan Sekadar Nama
Dalam proses tersebut, Yani Herdiyanto hadir sebagai supporting dari Tumbuh Tinggi Indonesia, ikut mendukung proses pembangunan dan koordinasi di lapangan.
Karena pembangunan yang baik memang membutuhkan banyak tangan.
Ada yang membangun.
Ada yang mengawasi.
Ada yang mengkoordinasikan.
Ada yang memberi dukungan.
Ada yang menyediakan tenaga.
Dan ada masyarakat yang memberikan energi sosial agar pekerjaan bisa berjalan dengan baik.
Tidak ada pahlawan tunggal dalam gotong royong.
Yang ada adalah banyak orang yang mau bekerja bersama.
Dukungan Lurah, LSM, dan Masyarakat Sukodono Jadi Energi Tambahan
Keberhasilan pembangunan KDMP Desa Sukodono juga tidak terlepas dari dukungan Lurah/Kepala Desa, LSM, serta seluruh masyarakat Desa Sukodono, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo.
Inilah yang namanya pembangunan kalau benar-benar dikerjakan bersama.
Pemerintah bergerak.
TNI ikut mengawal.
Tenaga kerja berjibaku.
Mandor mengawasi.
Supporting mendukung.
Masyarakat memberikan dukungan.
LSM ikut memperhatikan.
Kalau semuanya bergerak, pembangunan bukan lagi sekadar proyek.
Ia menjadi kerja bersama.
Dan ketika hasilnya sudah berdiri, masyarakat pula yang nantinya akan merasakan manfaatnya.
Dari Pak Ghofur ke Pak Nuri, Estafet Pengabdian Terus Berjalan
Apresiasi juga diberikan kepada Bapak Ghofur, Danramil Sukodono sebelumnya yang kini telah purna tugas.
Perjalanan sebuah program tidak berhenti hanya karena pergantian personel.
Tongkat estafet terus berjalan.
Kini tugas tersebut diteruskan oleh Bapak Nuri, Danramil Sukodono yang baru.
Pesannya sederhana:
Yang lama meninggalkan jejak, yang baru melanjutkan langkah.
Karena pembangunan tidak boleh bergantung pada satu nama.
Yang harus terus hidup adalah semangat pengabdian kepada masyarakat.
Terima Kasih, Letkol Czi Shobirin — Selamat Mengemban Amanah Baru

Ucapan terima kasih juga patut disampaikan kepada Letkol Czi Shobirin Setio Utomo, S.H., M.Han., yang sebelumnya menjabat sebagai Dandim 0816/Sidoarjo.
Kini beliau mendapat amanah baru sebagai Waaster Kasdam V/Brawijaya. Pergantian tersebut merupakan bagian dari estafet kepemimpinan dan dinamika organisasi TNI AD.
Untuk beliau, terima kasih atas dukungan, perhatian, dan sinergi selama menjalankan tugas di Sidoarjo.
Selamat bertugas di tempat yang baru, Bapak Shobirin!
Semoga semakin sukses, semakin amanah, dan jangan lupa Sidoarjo.
Karena Sidoarjo mungkin sudah ditinggalkan secara jabatan…
tapi kenangan hasil karya pembangunan KDMP Sidoarjo tidak ikut pergi.
Selamat Datang Dandim Baru, Letkol Inf Abraham Prihadi

Estafet kepemimpinan Kodim 0816/Sidoarjo kini berada di tangan Letkol Inf Abraham Prihadi, S.H., M.H., yang resmi menjabat sebagai Dandim 0816/Sidoarjo sejak 29 Juni 2026. Beliau menggantikan Letkol Czi Shobirin Setio Utomo.
Selamat datang dan selamat bertugas, Pak Dandim!
Semoga sinergi antara Kodim 0816/Sidoarjo, pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, dan seluruh elemen pembangunan semakin kuat.
Apalagi pembangunan KDMP menjadi bagian dari program strategis yang membutuhkan kerja bersama di tingkat desa.
Dan untuk Dandim Letkol Abraham, pesannya dari rakyat sederhana saja:
Kalau rakyat sudah gotong royong, jangan kalah semangat!
Apresiasi untuk Jajaran Kodim dan Para Pengawas
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh jajaran pengawas Kodim (Pak Hendi, Pak Eko, Pak Dhianika) yang ikut memberikan perhatian terhadap proses pembangunan.
Apresiasi khusus juga diberikan kepada Pasiter Pak Lucky dan Pak Romli, serta seluruh unsur yang ikut mendukung dan mengawal pelaksanaan pembangunan.
Sebab di lapangan, satu orang bekerja tidak akan cukup.
Yang membuat pekerjaan selesai adalah koordinasi, pengawasan, komunikasi, dan kemauan untuk saling membantu.
100 PERSEN Itu Angka. Kekompakan Itu Cerita.
Selesainya pembangunan KDMP Desa Sukodono hingga 100 persen bukan hanya soal bangunan yang sudah berdiri.
Di balik angka 100 persen itu ada cerita tentang orang-orang yang bekerja.
Ada keringat.
Ada panas.
Ada lembur.
Ada pengawasan.
Ada koordinasi.
Ada teguran.
Ada tawa.
Mungkin juga ada sedikit ngomel.
Namanya juga kerja, kalau tidak pernah ngomel berarti mungkin belum kerja.
Namun semuanya akhirnya terbayar ketika pekerjaan selesai.
Dan inilah pesan paling penting dari pembangunan KDMP Desa Sukodono:
Kalau pemerintah, TNI, pekerja, pengawas, supporting, LSM, dan masyarakat bisa duduk bersama dan bekerja bersama, pekerjaan yang berat pun bisa diselesaikan.
Bukan karena satu orang hebat.
Tetapi karena banyak orang mau bergerak.
Salam Hormat untuk Para Pahlawan Lapangan

Untuk Pak Yanto, Rizki Winarko, Munip, Pak Soleh, Pak Sarno, Firman, Yudi, Tholip, Katino, Mulyosur, Fadil, Pak Samsuri, Pak Muhedi, Yani Herdiyanto, dan Hidayat:
Terima kasih sudah berkeringat.
Terima kasih sudah menjaga pekerjaan.
Terima kasih sudah menyelesaikan amanah.
Dan yang paling penting…
Terima kasih sudah membuktikan bahwa orang lapangan bukan cuma bisa ngomong “siap”, tetapi juga bisa membuat “siap”-nya menjadi bangunan nyata.

KDMP Desa Sukodono: FINISH 100%!
Tumbuh Tinggi Indonesia — kerja nyata, gotong royong, dan keberanian untuk menyelesaikan apa yang sudah dimulai.
Pemimpin Masa Depan bukan yang paling banyak bicara.
Pemimpin Masa Depan adalah yang berani turun, melihat, mengawasi, bekerja, dan memastikan pekerjaan benar-benar selesai.
Salam rakyat!
Salam lapangan!
Salam pembangunan!
Sukodono membuktikan: kalau kompak, yang tadinya “kapan selesai?” akhirnya bisa berubah menjadi “LAH, SUDAH SELESAI TO?”










