Menu

Mode Gelap

Ekonomi Daerah · 28 Feb 2026 14:34 WIB ·

Wapres Gibran Dorong Pelatihan AI Untuk UMKM: Upaya Besar Tapi Perlu Arah Dan Tujuan Yang Jelas


 Wapres Gibran Dorong Pelatihan AI Untuk UMKM: Upaya Besar Tapi Perlu Arah Dan Tujuan Yang Jelas Perbesar

Jakarta, PemimpinMasaDepan.com Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menyampaikan dukungan penuh terhadap pelatihan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) bagi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Pernyataan ini disampaikan saat menerima audiensi perwakilan ASEAN Foundation di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Kamis (26/2/2026). Dukungan tersebut sekaligus menegaskan posisi Indonesia sebagai target peserta terbesar dalam program AI for MSME Advancement in ASEAN (AIM ASEAN) dengan jumlah 44 ribu UMKM dari total 100 ribu peserta di kawasan Asia Tenggara.

Program AIM ASEAN merupakan inisiatif regional yang didesain untuk membantu UMKM memanfaatkan AI dalam meningkatkan efisiensi usaha, pemasaran berbasis data, dan pengembangan produk. Pelatihan ini juga dihubungkan dengan program AI Ready ASEAN yang menyasar total 5,5 juta individu, termasuk pelajar, guru, pemuda, dan masyarakat di daerah terpencil.

Potensi Besar untuk UMKM Indonesia

UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional, menyumbang lebih dari 60% dari total produk domestik bruto dan menyerap puluhan juta tenaga kerja. Namun, pelaku UMKM sering kali tertinggal dari sisi teknologi digital, terutama dalam pemanfaatan data dan alat digital canggih. Pelatihan AI berpotensi mengubah hal itu menjadi keunggulan kompetitif bagi usaha kecil yang selama ini bergantung pada cara tradisional dalam operasional dan pemasaran.

Program pelatihan AI akan memberikan UMKM kemampuan praktis, seperti penggunaan teknologi cerdas untuk pemasaran online, pengelolaan keuangan, dan otomasi operasional. Ini bisa menjadi kesempatan penting untuk memperluas akses pasar, termasuk pasar ekspor di era digital yang semakin kompetitif.

Kritik: Mengapa Fokus AI Harus Lebih Terukur?

Meski dukungan terhadap pelatihan AI bagi UMKM adalah langkah strategis, ada beberapa hal penting yang perlu mendapat perhatian tajam:

Pertama, visi besar pelatihan AI kadang terlalu fokus pada angka peserta tanpa memastikan kualitas pemahaman dan hasil nyata yang dirasakan oleh pelaku usaha. Pelatihan tanpa evaluasi capaian dan indikator kinerja yang jelas bisa berujung sia-sia.

Kedua, UMKM di pedesaan atau wilayah tertinggal sering tidak memiliki akses internet stabil atau infrastruktur digital dasar. Kita tidak boleh melupakan bahwa terlalu banyak program digital justru melebar di kota besar sementara daerah luar tetap tertinggal.

Ketiga, pelatihan AI perlu dirangkai dengan dukungan program pendampingan jangka panjang. Pelatihan satu kali atau sesi sempit tidak cukup untuk menjamin UMKM benar-benar mampu menerapkan teknologi dalam operasional sehari-hari.

Keempat, tanpa adanya sinergi kuat antara pelatihan AI dengan akses modal atau pembiayaan usaha, adopsi teknologi pada UMKM besar kemungkinan hanya berhenti di tahap teori. UMKM butuh ekosistem yang lengkap: pelatihan, akses modal, pasar, dan dukungan digital infrastruktur.

Saran Strategis untuk Pemerintah dan Stakeholder

1. Bangun Sistem Evaluasi dan Sertifikasi AI untuk UMKM
Ke depan, pelatihan AI perlu disertai assessment dan sertifikasi kompetensi agar pelaku UMKM memiliki pengakuan keterampilan yang sah secara nasional dan internasional.

2. Fokus pada Kualitas, Bukan Kuantitas Peserta
Alih-alih hanya menargetkan jumlah peserta, perlu ada ukuran keberhasilan yang konkret: apakah UMKM mampu meningkatkan omzet, efisiensi, atau ekspor setelah mengikuti pelatihan?

3. Sinergi dengan Sektor Perbankan dan FinTech
Dukungan perbankan dan layanan keuangan digital perlu digabung dengan pelatihan AI agar UMKM bisa mendapatkan pembiayaan, pemasaran digital, dan produk keuangan berbasis teknologi secara terpadu.

4. Perluas Infrastruktur Digital hingga Pelosok
Tanpa akses internet stabil dan perangkat digital yang memadai, pelatihan AI akan menjadi barang mahal bagi pelaku usaha di daerah tertinggal. Pemerintah perlu mempercepat pembangunan infrastruktur digital secara merata.

Dukungan yang Wajar dan Berdasarkan Fakta

Program seperti AIM ASEAN merupakan langkah maju dan menunjukkan bahwa Indonesia mulai dipandang sebagai kekuatan UMKM digital di ASEAN. Dukungan pemerintah melalui pernyataan Wapres Gibran adalah sinyal positif bahwa digitalisasi pelaku usaha kecil bukan lagi sekadar slogan, melainkan prioritas. Keberadaan program regional seperti AI Ready ASEAN juga membuka ruang kolaborasi lintas negara untuk mempercepat adaptasi teknologi digital di seluruh lapisan masyarakat.

Namun, untuk benar-benar membawa UMKM ke level global, kita memerlukan strategi komprehensif yang menjembatani pelatihan dengan akses pasar, modal, dan dukungan teknis yang berkelanjutan.

Karena pada akhirnya, keunggulan teknologi bukan hanya soal pelatihan—itu soal produktivitas nyata, kesejahteraan pelaku usaha, dan pertumbuhan ekonomi yang inklusif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Artikel ini telah dibaca 6 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

THE BEATIFUL ONE

19 Maret 2026 - 22:51 WIB

Revolusi Hukum Digital Dimulai: Gagasan Besar Arfian D. Septiandri Guncang Paradigma UU ITE

18 Maret 2026 - 10:47 WIB

MBG Menjadi Legasi Terbesar Prabowo: Saatnya Presiden Turun Tangan Langsung Buka Hotline Aduan Nasional

16 Maret 2026 - 10:34 WIB

Ribuan Dapur MBG Ditutup: Alarm Keras untuk Pemerintahan Presiden Prabowo

16 Maret 2026 - 10:24 WIB

Refleksi Ramadan: Kekuasaan Adalah Amanah, Bukan Kemewahan

12 Maret 2026 - 19:48 WIB

Golkar Klaten Dorong Bupati Realisasikan Janji Politik, Infrastruktur Jalan Jadi Sorotan

12 Maret 2026 - 19:35 WIB

Trending di Daerah Bergerak