Menu

Mode Gelap

Inspiratif · 12 Mar 2026 19:48 WIB ·

Refleksi Ramadan: Kekuasaan Adalah Amanah, Bukan Kemewahan


 Refleksi Ramadan: Kekuasaan Adalah Amanah, Bukan Kemewahan Perbesar

Pesan Moral dari Ketua Umum DPP Pasukan 08

Jakarta — Bulan suci Ramadan selalu menjadi momentum refleksi spiritual bagi umat Islam di seluruh dunia. Tidak hanya tentang ibadah ritual seperti puasa dan tarawih, tetapi juga tentang introspeksi moral, keadilan sosial, dan tanggung jawab kekuasaan.

Ketua Umum DPP Pasukan 08, Arfian D. Septiandri, S.Kom, DBA, CCA, CCSA, CIISA, C.ED dalam refleksi Ramadannya menyampaikan bahwa Ramadan adalah waktu terbaik bagi para pemimpin dan pemegang kekuasaan untuk kembali mengingat hakikat kepemimpinan.

Menurutnya, kekuasaan dalam perspektif spiritual bukanlah simbol kemewahan atau privilese, melainkan amanah besar yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan dan rakyat.

“Ramadan mengajarkan kita bahwa manusia pada dasarnya sama. Ketika berpuasa, tidak ada perbedaan antara rakyat biasa dengan pejabat negara. Semua merasakan lapar, haus, dan keterbatasan yang sama. Di situlah letak pelajaran moral bagi pemegang kekuasaan,” ujarnya.


Kekuasaan Tanpa Empati Akan Kehilangan Makna

Dalam refleksinya, Arfian menegaskan bahwa salah satu bahaya terbesar dalam kekuasaan adalah ketika pemimpin kehilangan empati terhadap penderitaan rakyat.

Menurutnya, Ramadan justru mengingatkan para pemimpin untuk selalu dekat dengan realitas sosial masyarakat, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekonomi.

“Puasa mengajarkan empati. Ketika seorang pemimpin masih mampu merasakan lapar rakyatnya, maka ia tidak akan mudah membuat kebijakan yang menyakiti masyarakat,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kekuasaan yang tidak disertai empati berpotensi melahirkan ketidakadilan, kesenjangan sosial, dan kebijakan yang jauh dari kepentingan rakyat.


Ramadan dan Etika Kepemimpinan

Lebih lanjut, Arfian menilai bahwa Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk memperbaiki etika dalam praktik kekuasaan, baik di tingkat nasional maupun daerah.

Nilai-nilai yang diajarkan Ramadan seperti:

  • kejujuran

  • pengendalian diri

  • kesederhanaan

  • kepedulian terhadap sesama

merupakan fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang bermartabat.

“Jika nilai-nilai Ramadan benar-benar dihayati oleh para pemimpin, maka korupsi, penyalahgunaan wewenang, dan keserakahan kekuasaan tidak akan mendapatkan tempat,” tegasnya.


Kekuasaan Bersifat Sementara

Dalam refleksinya, Arfian juga mengingatkan bahwa kekuasaan bersifat sementara, sedangkan pertanggungjawaban moral bersifat abadi.

Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa banyak pemimpin yang gagal menjaga integritas ketika berada di puncak kekuasaan.

“Kekuasaan bisa datang dan pergi. Jabatan bisa berganti. Tetapi catatan sejarah dan pertanggungjawaban moral akan tetap melekat sepanjang masa,” ujarnya.

Karena itu, ia mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki niat dan orientasi dalam menjalankan amanah publik.


Seruan Moral untuk Pemimpin Bangsa

Menutup refleksinya, Ketua Umum DPP Pasukan 08 tersebut menyampaikan pesan moral kepada seluruh pemimpin di Indonesia agar tidak melupakan nilai-nilai spiritual dalam menjalankan pemerintahan.

“Ramadan adalah pengingat bahwa kekuasaan bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi rakyat. Pemimpin yang baik bukan yang paling kuat, tetapi yang paling amanah,” ungkapnya.

Ia berharap momentum Ramadan dapat memperkuat kesadaran moral para pemimpin bangsa untuk selalu menempatkan kepentingan rakyat, keadilan sosial, dan integritas di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Sebab pada akhirnya, Ramadan tidak hanya mengajarkan manusia untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan keserakahan dalam kekuasaan.

Artikel ini telah dibaca 13 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

THE BEATIFUL ONE

19 Maret 2026 - 22:51 WIB

Revolusi Hukum Digital Dimulai: Gagasan Besar Arfian D. Septiandri Guncang Paradigma UU ITE

18 Maret 2026 - 10:47 WIB

Tarnama Podcast Hadirkan Sigit Nugroho, Peraih Gold Winner PRIA 2026: Humas Harus Jadi Problem Solver di Era Digital

10 Maret 2026 - 17:49 WIB

Indonesia di Tengah Pusaran Konspirasi Dunia

7 Maret 2026 - 17:20 WIB

Pernyataan Sikap DPP Pasukan 08 Tentang Posisi Indonesia dalam Dinamika Geopolitik Global dan Dukungan terhadap Kepemimpinan Nasional

7 Maret 2026 - 17:03 WIB

Desa Bergerak dari Akar Rumput: Warga Wunut Terima THR Rp250 Ribu per Jiwa dari Pemdes

7 Maret 2026 - 16:49 WIB

Trending di Daerah Bergerak