Menu

Mode Gelap

Daerah Bergerak · 7 Mar 2026 16:49 WIB ·

Desa Bergerak dari Akar Rumput: Warga Wunut Terima THR Rp250 Ribu per Jiwa dari Pemdes


 Kepala Desa Wunut menyerahkan THR kepada masyarakat, Kamis, 5 Maret 2026 (Dok.Pribadi). Perbesar

Kepala Desa Wunut menyerahkan THR kepada masyarakat, Kamis, 5 Maret 2026 (Dok.Pribadi).

Klaten — Di tengah berbagai keluhan tentang ekonomi rakyat yang belum sepenuhnya pulih, sebuah kabar baik datang dari sebuah desa di Kabupaten Klaten. Desa Wunut, Kecamatan Tulung, kembali menunjukkan bahwa kekuatan pembangunan bisa lahir dari desa ketika tata kelola dilakukan dengan baik.

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Desa Wunut menyalurkan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warga desa. Bantuan ini bukan sekadar simbolis, melainkan program rutin yang telah berjalan setiap tahun sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap masyarakatnya.

Pada tahun ini, sebanyak 2.341 warga menerima THR sebesar Rp250.000 per jiwa, dengan total anggaran mencapai Rp585.250.000. Dana tersebut tidak berasal dari bantuan luar, melainkan dari hasil pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wunut, yang mengelola destinasi wisata Water Park Umbul Manten.

Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistya, menegaskan bahwa kebijakan tersebut merupakan komitmen pemerintah desa untuk selalu hadir di tengah masyarakat.

Kita hadir di tengah masyarakat baik dikala senang maupun susah. Kebetulan ini di momen Lebaran, kita memberikan bantuan langsung kepada masyarakat untuk kegiatan lebaran semua warga,” ujar Iwan.

Desa yang Mengelola Ekonominya Sendiri

Program pembagian THR ini menjadi contoh bagaimana BUMDes dapat menjadi motor penggerak ekonomi desa. Berdasarkan laporan pemerintah desa, pada tahun 2025 BUMDes Wunut berhasil mencatatkan hasil usaha sebesar Rp5,1 miliar.

Sementara hingga 1 Maret 2026, pendapatan BUMDes sudah mencapai lebih dari Rp900 juta, angka yang menunjukkan potensi pertumbuhan ekonomi desa yang terus meningkat.

Dengan pengelolaan yang baik, keuntungan usaha desa tersebut tidak hanya berhenti sebagai angka dalam laporan keuangan, tetapi dikembalikan langsung kepada masyarakat dalam bentuk manfaat nyata.

Antrean Warga Penuh Antusias

Sejak pukul 09.00 WIB, warga sudah mulai memadati Aula Kantor Desa Wunut untuk mencairkan THR mereka. Proses pencairan berlangsung sederhana namun tertib.

Warga cukup membawa Kartu Keluarga (KK) yang terdaftar sebagai penduduk Desa Wunut. Petugas kemudian memberikan uang tunai sesuai jumlah anggota keluarga yang tercantum di dalam KK, dengan nominal Rp250.000 per jiwa.

Salah satu warga, Yulianto (54), terlihat sangat bahagia setelah menerima THR untuk keluarganya.

KK saya ada enam anggota termasuk anak saya empat. Jadi dapat satu juta lima ratus ribu rupiah,” ujarnya dengan wajah sumringah.

Ia juga mengaku bahwa program ini selalu dinantikan setiap tahun oleh warga desa.

Kami setiap tahun dapat. Sangat senang, bisa untuk membelikan baju lebaran anak-anak,” tambahnya.

Desa Sebagai Pusat Kesejahteraan

Bagi banyak pengamat pembangunan desa, apa yang dilakukan Desa Wunut menunjukkan bahwa desa bisa menjadi pusat kesejahteraan masyarakat jika potensi lokal dikelola secara transparan dan produktif.

Ketua DPW Pasukan 08 Klaten, Eko Setyo Atmojo, menilai langkah Pemerintah Desa Wunut sebagai contoh nyata bagaimana desa dapat membangun ekonomi yang berpihak pada masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan BUMDes Wunut menjadi inspirasi bagi banyak desa di Indonesia.

Apa yang dilakukan Pemerintah Desa Wunut adalah contoh nyata bagaimana desa bisa menjadi pusat kesejahteraan masyarakat. Ketika BUMDes dikelola dengan baik, manfaatnya langsung dirasakan warga. Program THR desa ini menunjukkan bahwa pembangunan dari desa benar-benar bisa menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Eko.

Ia juga berharap model pengelolaan ekonomi desa seperti di Wunut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Klaten maupun daerah lain di Indonesia.

Warga Desa Wunut menerima THR dari Pemdes menjelang lebaran 2026 (Dok.Pribadi).

Ketika Desa Menjadi Harapan

Cerita dari Desa Wunut bukan hanya tentang pembagian uang THR. Ia adalah gambaran kecil tentang bagaimana sebuah desa mampu mengelola potensi ekonomi, membangun usaha bersama, dan kemudian mengembalikan hasilnya kepada masyarakat.

Di tengah banyaknya cerita tentang kesenjangan ekonomi, Desa Wunut memperlihatkan satu pesan sederhana namun kuat:

ketika desa bergerak, kesejahteraan bukan lagi sekadar janji—melainkan kenyataan yang bisa dirasakan oleh rakyatnya sendiri.

Artikel ini telah dibaca 25 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

THE BEATIFUL ONE

19 Maret 2026 - 22:51 WIB

Revolusi Hukum Digital Dimulai: Gagasan Besar Arfian D. Septiandri Guncang Paradigma UU ITE

18 Maret 2026 - 10:47 WIB

MBG Menjadi Legasi Terbesar Prabowo: Saatnya Presiden Turun Tangan Langsung Buka Hotline Aduan Nasional

16 Maret 2026 - 10:34 WIB

Ribuan Dapur MBG Ditutup: Alarm Keras untuk Pemerintahan Presiden Prabowo

16 Maret 2026 - 10:24 WIB

Lampu Jalan Padam, Harapan Warga Menyala: Ujian Nyata Program “Dalan Alus, Padang, Banyu Lancar” di Klaten

13 Maret 2026 - 19:48 WIB

Refleksi Ramadan: Kekuasaan Adalah Amanah, Bukan Kemewahan

12 Maret 2026 - 19:48 WIB

Trending di Inspiratif