Menu

Mode Gelap

Daerah Bergerak · 7 Mar 2026 16:42 WIB ·

Gerakan Pangan Murah Berhasil, Warga Gantiwarno Serbu Telur Ayam Rp25.000


 Gerakan Pangan Murah Berhasil, Warga Gantiwarno Serbu Telur Ayam Rp25.000 Perbesar

Klaten — Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Fitri, sebuah pemandangan berbeda terlihat di Aula Kantor Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, Kamis (6/3). Sejak pagi hari, ratusan warga memadati lokasi kegiatan Gerakan Pangan Murah yang digelar pemerintah daerah bersama sejumlah mitra.

Bagi masyarakat, kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi ruang nyata bagi warga untuk mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.

Salah satu komoditas yang paling diminati adalah telur ayam, yang dijual dengan harga Rp25.000 per kilogram, jauh di bawah harga pasar yang saat ini berada di kisaran Rp29.500 per kilogram.

Alhamdulillah, harga telur ayam di sini sangat murah. Saya bisa hemat Rp4.500 per kilogram dibandingkan harga pasaran,” ujar Ibu Siti, salah satu warga yang turut mengantre sejak pagi.

Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Dalam waktu singkat, 300 kilogram telur ayam langsung habis terjual. Tak hanya telur, beras SPHP dari Bulog juga menjadi komoditas yang paling banyak diburu oleh warga.

Upaya Menjaga Stabilitas Harga Pangan

Camat Gantiwarno, Verronica Retno Setyaningsih, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga pangan menjelang Idul Fitri.

Camat Gantiwarno memantau gerakan pangan murah (Dok.Pribadi).

Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Pemerintah Kecamatan Gantiwarno, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Klaten, serta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menjelang Idul Fitri biasanya harga kebutuhan pokok mulai naik. Untuk mengurangi beban masyarakat, kami mengadakan Gerakan Pangan Murah bekerja sama dengan DKPP Kabupaten Klaten dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujar Retno.

Dalam kegiatan tersebut, berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga yang relatif lebih terjangkau, antara lain:

  • Beras SPHP Bulog: Rp15.000 per kg

  • Minyak goreng: Rp15.000 per liter

  • Gula pasir: Rp15.000 per kg

  • Telur ayam: Rp25.000 per kg

  • Beras lokal: Rp11.500 per kg

Kehadiran program ini menjadi salah satu langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memperkuat daya beli masyarakat di tingkat akar rumput.

UMKM dan Petani Lokal Ikut Bergerak

Gerakan Pangan Murah di Gantiwarno juga menjadi ruang pemberdayaan bagi pelaku ekonomi lokal. Kegiatan ini turut diramaikan oleh Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai desa di Kecamatan Gantiwarno.

Mereka memasarkan berbagai produk UMKM, hasil pertanian, serta olahan pangan lokal, yang sekaligus menjadi bukti bahwa sektor ekonomi desa memiliki potensi besar untuk berkembang.

Selain itu, pemerintah kecamatan juga membuka layanan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi masyarakat. Layanan ini bertujuan memudahkan warga dalam mengakses berbagai layanan administrasi kependudukan secara digital.

Gerakan Sosial yang Menyentuh Masyarakat

Bagi banyak pihak, program seperti ini memiliki makna yang lebih luas. Ia bukan sekadar kegiatan pasar murah, tetapi menjadi bentuk kehadiran negara dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan masyarakat dan stabilitas ekonomi.

Ketua DPW Pasukan 08 Klaten, Eko Setyo Atmojo, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang dinilai sangat membantu masyarakat.

Menurutnya, langkah seperti ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata bagi persoalan sehari-hari rakyat.

Gerakan pangan murah seperti ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Ketika harga bahan pokok mulai naik menjelang hari raya, program ini menjadi bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada rakyat. Kami dari Pasukan 08 Klaten tentu mendukung langkah-langkah yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Eko.

Ia juga berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar stabilitas harga pangan tetap terjaga, terutama bagi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan.

Menjaga Harapan di Tengah Kebutuhan Rakyat

Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Gantiwarno memperlihatkan satu hal sederhana namun penting: ketika kebijakan bertemu dengan kebutuhan rakyat, maka manfaatnya langsung terasa di lapangan.

Di tengah tantangan ekonomi yang kerap menghimpit masyarakat kecil, kegiatan seperti ini menjadi pengingat bahwa kebijakan yang berpihak pada rakyat selalu memiliki tempat di hati masyarakat.

Dan di aula kecil Kecamatan Gantiwarno pagi itu, harapan itu terlihat nyata—dalam antrean warga, dalam senyum ibu-ibu yang membawa pulang telur murah, dan dalam keyakinan bahwa negara masih hadir untuk rakyatnya.

Artikel ini telah dibaca 5 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

THE BEATIFUL ONE

19 Maret 2026 - 22:51 WIB

Revolusi Hukum Digital Dimulai: Gagasan Besar Arfian D. Septiandri Guncang Paradigma UU ITE

18 Maret 2026 - 10:47 WIB

MBG Menjadi Legasi Terbesar Prabowo: Saatnya Presiden Turun Tangan Langsung Buka Hotline Aduan Nasional

16 Maret 2026 - 10:34 WIB

Ribuan Dapur MBG Ditutup: Alarm Keras untuk Pemerintahan Presiden Prabowo

16 Maret 2026 - 10:24 WIB

Lampu Jalan Padam, Harapan Warga Menyala: Ujian Nyata Program “Dalan Alus, Padang, Banyu Lancar” di Klaten

13 Maret 2026 - 19:48 WIB

Refleksi Ramadan: Kekuasaan Adalah Amanah, Bukan Kemewahan

12 Maret 2026 - 19:48 WIB

Trending di Inspiratif