Di tengah mahalnya biaya pendidikan dan meningkatnya kebutuhan hidup masyarakat, langkah yang dilakukan oleh Yuni Shara layak menjadi inspirasi nasional. Penyanyi senior Tanah Air ini membuktikan bahwa kepedulian sosial bukan sekadar wacana. Melalui sekolah yang ia dirikan di Kota Batu, Jawa Timur, Yuni menghadirkan akses pendidikan anak usia dini dengan biaya yang nyaris tak masuk akal: hanya Rp3.500 per bulan.
Sekolah tersebut bernama PAUD Cahaya Permata Abadi, sebuah lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) terpadu yang telah berdiri sejak tahun 2004. Selama lebih dari dua dekade, sekolah ini konsisten menjalankan misi sosialnya tanpa pernah menaikkan biaya SPP.
SPP Bisa Dibayar Pakai Sayur dan Buah
Yang membuat sekolah ini semakin menyentuh adalah kebijakan uniknya. Orang tua murid tidak selalu harus membayar dengan uang. SPP sebesar Rp3.500 per bulan bahkan bisa diganti dengan hasil kebun seperti sayur atau buah.
Kebijakan ini lahir dari empati. Yuni ingin memastikan bahwa anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas. Bagi Yuni, pendidikan bukanlah barang mewah, melainkan hak dasar setiap anak.
Murah Bukan Berarti Minim Fasilitas
Meski biaya SPP sangat terjangkau, fasilitas dan layanan yang diberikan justru sangat lengkap. Para siswa mendapatkan layanan kesehatan rutin, antara lain:
Pemeriksaan Telinga, Hidung, dan Tenggorokan (THT)
Pemeriksaan gigi
Pemberian Vitamin A
Pengukuran berat dan tinggi badan
Sekolah ini juga menyediakan program daycare, playgroup, taman bermain, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang mendukung perkembangan motorik dan kreativitas anak.
Didukung oleh 14 tenaga pengajar yang seluruhnya merupakan lulusan sarjana PAUD, kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas utama. Komitmen ini menunjukkan bahwa keberpihakan pada masyarakat kecil tidak berarti menurunkan standar mutu pendidikan.
Pendidikan sebagai Investasi Masa Depan
Langkah Yuni Shara adalah contoh nyata bahwa pemimpin masa depan tidak selalu lahir dari ruang politik atau jabatan formal. Kepemimpinan sejati bisa dimulai dari kepedulian terhadap generasi berikutnya.
Dengan konsistensi sejak 2004, ia membuktikan bahwa perubahan sosial tidak harus dimulai dari kebijakan besar, tetapi dari tindakan kecil yang dilakukan dengan hati besar.
Di tengah tantangan ketimpangan akses pendidikan di Indonesia, kisah PAUD Cahaya Permata Abadi menjadi pengingat bahwa solusi bisa lahir dari empati dan komitmen jangka panjang.
Semoga langkah ini menginspirasi lebih banyak tokoh publik, pengusaha, dan masyarakat luas untuk turut serta membangun fondasi pendidikan anak-anak Indonesia. Karena di tangan merekalah masa depan bangsa ditentukan.










